Judul yang mengerikan, dan banyak ditakuti oleh manusia. Sebenarnya ide untuk menulis ini muncul setelah nonton film "Forest Gump", film lama yang dimainkan oleh Tom Hanks. Ceritanya benar-benar menggugah hati, dan thumbs up for the movie.
Cara pandang 1: Kematian sebagai sesuatu yang mengerikan, karena meninggalkan semua yang sudah di upayakan di dunia ini, meninggalkan orang-orang yang paling kita sayangi (suami, istri, anak, orang tua), segala materi yang ada (kekayaan). Apakah semuanya akan sia-sia? Kematian juga sering membuat ku berpikir, kemana kah aku akan melangkah nantinya? Heaven or Hell? Apa yang ku lakukan sudah cukup untuk membawa ku untuk berada di sisi-Nya? Belum sempat membahagiakan orang tua, juga sebagai salah satu pertimbangan. Budi orang tua yang begitu besar, sama sekali belum terbalaskan, kasih sayang mereka terhadap ku, cinta mereka yang tulus, segala biaya yang mereka keluarkan dari semenjak ku di lahirkan.
Cara pandang 2: Kematian sebagai proses alamiah yang tidak bisa di hindari, toh memang semua mahluk di dunia ini akan mengalaminya, bahkan ada joke yang mengatakan ada 2 hal yang tidak bisa di hindari manusia selama hidupnya, yaitu kematian dan pajak. Kematian juga merupakan kehendak Sang Pencipta, yang menandakan berakhirnya masa tugas kita di dunia fana ini. Aneh, semustinya kita senang ya menghadapi nya, artinya dengan berakhirnya tugas, maka hilang juga penderitaan yang kita rasakan di dunia fana ini. Suatu siklus alam untuk membalance kan jumlah penduduk di muka bumi ini, sehingga memberi kesempatan kepada generasi penerus untuk meneruskan kehidupan, mengembangkan alam.
Wah, sungguh jika di korek dengan dalam, sungguh akan menjadi topik pembicaraan yang sangat luas. Ibunya Forest Gump berkata, kematian adalah suatu proses alamiah dari kehidupan, jadi tidak usah bersedih hati. Sungguh luar biasa kearifan yang dimiliki ibu Gump, dengan tenangnya dia berkata kepada Forest bahwa dia sakit kangker dan akan meninggal di beberapa hari kemudian, dan sungguh ketabahan yang luar biasa yang dimiliki oleh Forest, karena bisa menerima kematian orang yang sangat dekat dengannya.
Kepada teman-teman ku yang sedang mengalami kedukaan, tabahlah, kepergian nya pasti ke tempat yang lebih baik, walau meninggalkan emosi dan raga di bumi, tetapi tetap hidup di hati.
Regards,
Cara pandang 1: Kematian sebagai sesuatu yang mengerikan, karena meninggalkan semua yang sudah di upayakan di dunia ini, meninggalkan orang-orang yang paling kita sayangi (suami, istri, anak, orang tua), segala materi yang ada (kekayaan). Apakah semuanya akan sia-sia? Kematian juga sering membuat ku berpikir, kemana kah aku akan melangkah nantinya? Heaven or Hell? Apa yang ku lakukan sudah cukup untuk membawa ku untuk berada di sisi-Nya? Belum sempat membahagiakan orang tua, juga sebagai salah satu pertimbangan. Budi orang tua yang begitu besar, sama sekali belum terbalaskan, kasih sayang mereka terhadap ku, cinta mereka yang tulus, segala biaya yang mereka keluarkan dari semenjak ku di lahirkan.
Cara pandang 2: Kematian sebagai proses alamiah yang tidak bisa di hindari, toh memang semua mahluk di dunia ini akan mengalaminya, bahkan ada joke yang mengatakan ada 2 hal yang tidak bisa di hindari manusia selama hidupnya, yaitu kematian dan pajak. Kematian juga merupakan kehendak Sang Pencipta, yang menandakan berakhirnya masa tugas kita di dunia fana ini. Aneh, semustinya kita senang ya menghadapi nya, artinya dengan berakhirnya tugas, maka hilang juga penderitaan yang kita rasakan di dunia fana ini. Suatu siklus alam untuk membalance kan jumlah penduduk di muka bumi ini, sehingga memberi kesempatan kepada generasi penerus untuk meneruskan kehidupan, mengembangkan alam.
Wah, sungguh jika di korek dengan dalam, sungguh akan menjadi topik pembicaraan yang sangat luas. Ibunya Forest Gump berkata, kematian adalah suatu proses alamiah dari kehidupan, jadi tidak usah bersedih hati. Sungguh luar biasa kearifan yang dimiliki ibu Gump, dengan tenangnya dia berkata kepada Forest bahwa dia sakit kangker dan akan meninggal di beberapa hari kemudian, dan sungguh ketabahan yang luar biasa yang dimiliki oleh Forest, karena bisa menerima kematian orang yang sangat dekat dengannya.
Kepada teman-teman ku yang sedang mengalami kedukaan, tabahlah, kepergian nya pasti ke tempat yang lebih baik, walau meninggalkan emosi dan raga di bumi, tetapi tetap hidup di hati.
Regards,




